Motisakti

Motisakti

Kamis, 04 April 2013

KAWAT (KArena akhWAT)

Ups... afwan kalau ada yang kurang berkenan dengan singkatannya kok KAWAt sich? hehhehe....
Saya tidak akan membahas singkatan yang mau saya uleg-uleg itu akhwat...
Hemmm,, ada apa dengan akhwat....
Dulu saat menjadi pengajar di sebuah SD swasta, saya tergelitik berfikir kenapa ya wali kelasnya akhwat semua? kenapa ya pengajarnya hampir 80% akhwat? Kenapa gak dicoba ikhwan jadi wali kelas? dulu pernah tuh waktu saya masih SD, wali kelasnya ikhwan, pas SMA juga... hmm....
Begitu juga saat saya nimbrung mbantu-bantu TPQ, gurunya juga banyak akhwat. saat saya tawarkan ke kepala sekolahnya yang juga akhwat tentang penambahan personil guru, beliau menyarankan ditambah guru akhwat aja?

Loh kenapa??? Ya dan pertanyaan kenapa itu akhirnya keluar dari muut saya. Dan jawaban beliau karena akhwat lebih telaten, karena akhwat punya jiwa keibuannya, dia lebih bisa halus menyayangi dan cenderung berusaha untuk mengajarkan tutur bahasa yang salih. (dengan sedikit editan saya)

Wao.... hemm,, kalimat jawaban yang mungkin bikin GR akhwat sedunia.

Iya memang benar, kembali lagi ke SD, di SD itu macem-macem perniknya anak nangis, ngompol, muntah, sakit.... hem,, memang akhwat lah yang jago dan paling pas menangani hal ini. Tangan halus dengan jiwa penuh kasih sayangnya lah yang paling bisa meluluhkan dan menenangan kondisi psikis anak.

_benar karena akhwat lebih mengedepankan perasaan,, dan karena akhwat terlahir dengan jiwanya yang lembut_

Subhanallah bangga saya jadi akhwat...
Akhwat adalah madrasah pertama untuk anaknya kelak, dialah yang mengajari anaknya untuk mengucap A, B, C, D, dialah yang dengan lembut menidurkan anaknya...dalam gendongan sang ibu, anak pun merasakan kenyamanan, maka dia tenang dari tangisnya....

Bahkan ketika ditanya, siapa orang yang harus kita hormati Rasulullah SAW sampai tiga kali menjawab ibu, ibu, ibumu.... subhanallah

"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapih selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, "Ya tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dap[at mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat baik jika Engkau ridai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepad Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." (QS. Al-Ahqaf:15)

Subhanallah... saya bangga terlahir sebagai akhwat....^^

*)speechless 

4 komentar:

  1. Semoga para akhwat selalu menjaga kualitas iman dan ilmunya, kami para ikhwan selalu mendukung anda, karena ibu saya akhwat, istri saya juga akhwat :)

    BalasHapus
  2. Sepertinya singkatan KAWAN (karena ikhwan) lebih bagus dari KAWAT ya.. ^^

    Bener bgt Ukhti akhwat itu pendidik yang paling baik bagi anak2.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip....sip... boleh tuh....
      KAWAT itu berarti kuat untuk mengikat..
      KAWAN itu berarti kuat untuk bertahan hidup krn kita makhluk sosial...
      Jadi KAWAT dan KAWAN sama-sama dibutuhkan dalam khidupan ini....

      Hapus

Jazakumullah khoir atas kritik dan sarannya... ^^