Hey manusia....Ya saya juga manusia tapi,,, geleng-geleng kepala saja kalau mendengar, membaca, dan melihat semua itu...
Heran rasanya kita semakin tercekik kebutuhan hidup, hasrat dan nafsu untuk bisa bertahan hidup.... saya rasa ayampun dalam keadaan lapar tak kan tega memakan anak ayam temannya.....
Tapi manusia kenapa jadi seperti ini... apakah terlalu dan harus sesadis ini untuk bertahan hidup.....
Contoh nyatanya "MAKANAN"... orang untuk bertahan hidup memang memerlukan sesuatu yang dapat diolah tubuhnya untuk menghasilkan energi.. dan itu terdapat dalam makanan.... Jaman sekarang banyak sekali pedagang makanan,, berjualan makanan pun bukan hanya butuh modal kecil tapi lumayan besar... memang masih banyak sich pedagang makanan jujur,, tapi ada juga yang nakal... mencampur borak, formalin, pewarna baju dalam bahan makanananya,, bahkan ada yang kejam, membuat olahan makanan dari makanan atau bahan makanan yang sudah basi bahkan busuk....
Contohnya ini...
Ya nampak seperti pembantaian perlahan tanpa disadari....
Hidup memang sulit,, tapi saya yakin sesuatu yang halal akan lebih terjamin keamanan dan keberkahannya untuk dunia akhirat kita...
Be positif thinking and keep hamasah^^ Selamat Menikmati Sensasi Ditiap Bacaannya ^^
Motisakti
Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Februari 2013
Hey...manusia!!
Label:
Gizi,
interaktif
Lokasi:
Magelang, Indonesia
Senin, 29 Oktober 2012
Wah Kadarzi.....
Iseng otak-atik foto mengingatkanku pesan Kadarzi alias keluarga sadar gizi.... berikut adalah pesannya
1. menimbang berat badan anak secara teratur...
eits jangan salah ini penting loh buat mengetahui perkembangan kondisi anak tiap bulannya karena pertambahan berat badan anak mencerminkan kesehatan anak...
Berat badan anak naik (N), apabila
a)Hasil penimbangan bulan ini sama atau lebih dari kenaikan berat badan minimum.
b)Garis pertumbuhanya naik mengikuti salah satu pita warna
c)Garis pertumbuhanya pindah ke pita warna berikutnya
Anak sehat ditunjukan dengan grafik berat badan yang semakin meningkat sesuai dengan bertambahnya umur, apabila grafik berat badan anaknya tidak menunjukan peningkatan (mendatar/menurun), maka kesehatan dan makanan anak lebih diperhatikan, apabila grafik berat badan anak dibawah garis merah maka hal yang harus dilakukan adalah (Kemenkes RI, 2010).
a)Anak segera dibawa ke Puskesmas/RS untuk diperiksa kesehatanya lebih lanjut.
b)Bila anak berusia di bawah 24 bulan, tetap diberi ASI sesering mungkin tanpa dijadwal (pagi, siang, sore, malam)
c)Diberikan makanan bergizi sesuai umur
d)Anak ditimbang setiap bulan
e)Untuk anak usia 6-9 bulan selain diberi ASI sesering mungkin tanpa dijadwal, juga diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk lumat diberi secara bertahap 3 kali sehari sesuai umurnya.Jika berat badan anak tidak naik 2 kali berturut-turut atau di Bawah Garis Merah (BGM), anak perlu dirujuk ke Puskesmas (Kemenkes RI, 2010)
2. Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif
Pemberian ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja (bagi bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan).
Pentingnya ASI Eksklusif bukan hanya diatur lewat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 450/Kemenkes/SK/IV/2004 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif pada bayi di Indonesia namun juga ada di Al-Qur'an loh
"Hendaklah para ibumenyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi ingin menyempurnakan penyusuan" (Al- Baqarah:233).... Subhanallah ^^...
Ini loh manfaat memberikan ASI bagi ibu (Kemenkes, 2010) :
a)Mengurangi perdarahan setelah melahirkan
b)Mencegah/mengurangi terjadinya anemia
c)Menunda kembalinya kesuburan ibu sesudah melahirkan, sehingga dapat menjaga waktu hingga kehamilan berikutnya.
d)Membantu rahim kembali ke ukuran semula
e)Mempercepat langsing kembali
f)Mengurangi kemungkinan menderita kanker ovarium, dan kanker payudara
g)Lebih ekonomis karena tidak harus dibeli
h)Tidak merepotkan dan hemat waktu
3. Makan Beraneka Ragam Makanan
Maksudnya makanan kita terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak.... karbohidrat bisa berasal dari beras,,umbi-umbian. Protein bisa berasal dari protein nabati yaitu kacang-kacangan dan protein hewani yaitu daging dan ikan. Vitamin dan mineral berasal dari buah dan sayur, air. Lemak tentunya berasal dari makanan seperti daging yang kita makan,, kacang juga mengandung lemak loh tapi lemak tidak jenuh. Sip dah ^^
4. Konsumsi Garam Beryodium
Yodium adalah sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup. Dalam tubuh manusia Yodium diperlukan untuk membentuk Hormon Tiroksin yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan termasuk kecerdasan mulai dari janin sampai dewasa (Kemenkes RI, 2010).
Cara untuk memilih garam beryodium
a)Pilihlah garam yang dikemas dan berlabel “Garam Beryodium”, ada, isi/berat kemasan, kandungan yodium 30-80 ppm, nama produsen.
b)Pilihlah kemasan yang rapi dan tidak rusak.
c)Pilihlah garam yang putih dan kering, tidak lembab atau basah.
d)Beli sedikit dulu (kemasan kecil) untuk diuji di rumah (diuji dengan larutan iodida), kalau perlu beberapa merk, untuk pegangan dalam pembelian selanjutnya.
e)Hindari memilih garam bata/briket apalagi yang tidak dikemas, kecuali telah anda uji pada setiap bagian (luar dan dalam) dan hasilnya cukup.
f)Apabila sudah dilakukan uji terhadap merk tertentu, pembelian selanjutnya tidak perlu lagi dilakukan uji.
g)Pilihlah kemasan kecil agar penyimpanan di rumah tidak terlalu lama, untuk menghindari proses pelembaban akibat terbukanya kemasan.
5. Suplemen Gizi (Vitamin A dan Zat Besi)
Kegunaan vitamin A adalah
(1)Meningkatkan kesehatan mata dan mencegah rabun senja
(2)Meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit
Vitamin A dapat diperoleh dari ASI dan makanan yang berasal dari bahan hewani (susu, daging, hati, telur) dan nabati ( sayuran hijau dan buah-buahan berwarna).
Bagi bayi dan balita mendapatkan hak untuk menerima kapsul vitamin A yaitu pada bulan Februari dna Agustus.
Jumlah yang dianjurkan untuk diberikan kapsul vitamin A menurut umur
(1)Bayi berusia 6-11 bulan : satu kapsul vitamin A warna biru dengan dosis tinggi 100.000 SI
(2)Balita 1-5 tahun : dua kapsul vitamin A warna merah setiap tahun dosis tinggi 200.000 SI, masing – masing satu kapsul diberikan pada bulan Februari dan Agustus.
(3)Ibu nifas : dua kapsul vitamin A warna merah, satu kapsul dikonsumsi segera setelah melahirkan dan satu kapsul lagi dikonsumsi paling lambat 28 hari setelah 28 hari setelah melahirkan(Kemenkes 2010).
Zat Besi
Kegunaan dari zat besi adalah untuk pembentukan sel darah merah, karena itu bila orang kurang zat besi disebut kurang darah atau anemi gizi. Gejala anemi gizi adalah lelah, letih, lesu, lemah, lunglai, pucat dan pusing.
Senin, 03 September 2012
Nyam..Nyam..Enak.. Ups Bergizikah, Amankah??
Afwan judulnya agak geje, yang penting isinya gak geje... ^_^
Maksudnya mau ngobrolin tentang makanan nich.... Bagi yang suka maupun gak suka makan ayo nimbrung,, dibaca terus nggih...
kalau ngobrol tentang makanan pasti langsung bercabang-cabang (ayo ngaku) pasti ada yang bayangin ayam goreng, tahu goreng, cemilan (kripik-kripik), atau anak kost lebih ramah dengan makanan penyetan ataupun nasi kucing... tafadhol deh sesukanya, wong tinggal bayangin kok... Ehm,, bagi pengemar ngemil maupun jajan makanan, nah perlu nich lebih pilih-pilih dan kritis... Karena ternyata salah satu sumber penyakit berasal dari makanan atau istilah kerennya food borne diseases. Loh kok? Makanan memang mempunyai fungsi beragam, sebagai....
1. sumber energi untuk aktivitas (berasal dari makanan sumber karbohidrat, contohnya : nasi, mie, roti, jagung, dll)
2. sumber zat pembangun untuk pertumbuhan dan perkembangan (berasal dari makanan sumber protein baik hewani maupun nabati, contoh tempe, tahu, ayam, ikan, dll)
3. sumber zat pengatur untuk keseimbangan tubuh (berasal dari sayuran dan buah2an)
Yap, manfaat makanan memang sangat vital bagi tubuh, namun jika pengolahan dan pendistribusian salah bisa berakibat rusaknya zat gizi dan munculnya mikrobia maupun adanya zat-zat kimia (misal akibat polusi udara, timbal (PB).
Berikut saya jabarkan penanganan dalam pengolahan atau penyajian makanan
1. Potong, cuci, masak
Ini nich kesalahan awal persiapan bahan makanan (terutama sayuran), yaitu dipotong dulu baru dicuci. Hal ini bikin zat gizi berkurang dalam bahan makanan yang akan kita makan berkurang karena gizi dalam sayuran akan larutan dalam air.
solusinya : sayuran seperti wortel dikupas dulu kulitnya lalu dicuci bersih kemudian baru dipotong, untuk sayuran seperti kankung, bayam dibiarkan dalam bentuk utuh berbatang dicuci sampai bersih, kotoran seperti tanah yang melekat dicuci bersih kemudian baru dipetik.
Untuk pemasakannya, misal direbus maka air direbus dalam waktu -/+ 2 menit (agak mendidih) kemudian baru dimasukkan sayuran, masak jangan terlalu matang atau lodrok (akan menyebabkan zat gizi berkurang).
2. Memasukkan bahan makanan dalam lemari es
Terutama untuk bahan makanan seperti daging. Biasanya kita sering mengawetkannya dalam lemari es, jika daging yang kita awetkan dalam jumlah banyak alangkah baiknya kita bagi dalam plastik yang berbeda dengan berat daging yang sama (misal kita membeli daging 1 kg, yang biasa kita masak 0,5 kg, sebelum dimasukkan lemari es kita bagi daging 0,5 kg dan masukkan kedalam plastik yang berbeda). Tujuannya: saat dimasukkan dalam lemari es, mikroba daging dalam keadaan dorman (tidur) sehingga ketika kita mengawetkan daging misal seberat 1 kg, lalu daging itu akan kita masak, otomatis kita mengeluarkan semua daging sehingga daging dalam keadaan thawing (mengembalikan bahan baku ataupun produk dari yang semula berbentuk fase padat menjadi fase cair) saat itulah mikroba yang dorman kembali bangun (istilahnya), sehingga sebagian daging yang tidak dimasak dan dimasukkan ke dalam lemari es akan rusak karena perkembangan mikroba.
3. Waktu memasukkan garam
Kalau memasak sering kali kita memasukkan garam diawal masakan, pokoknya yang terpenting bagi kita keenakan, kegurihan masakan. Ternyata dalam garam itu terdapat kandungan iodium, yang memproduksi tiroksin yang penting untuk pertumbuhan (kalau ingin tahu lebih lanjut saya rekomendasikan buka blog ini http://henidar.blogdetik.com/2011/08/21/fungsi-yodium/ ). Karena fungsi garam bukan hanya untuk pencipta kegurihan atau disebut umami, namun juga mempunyai fungsi penting lain salah satunya untuk pertumbuhan dan kecerdasan, maka jangan sampai salah dalam pengolahannya. Garam ditambahkan saat masakan sudah hampir matang, karena kandungan iodium ini dapat menguap karena pemanasan.
4. Beralas kertas koran berbungkus plastik
Yang satu ini saya yakin nich sebagian orang udah pada tahu.... iya biasanya kalau ngoreng dirumah atau jajan gorengan alas buat tahu goreng, tempe goreng dkk biasanya kan koran,, alasannya simpel buat nyerap minyak... hem,, tahu gak ikhwah fillah koran itu kan banyak tulisan, nah tulisan itu kan dari tinta, kandungan tinta sendiri adalah timbal. Penimbunan timbal jangka panjang akan menyebabkan kerusakan jaringan saraf, fungsi ginjal, hipertensi, anemia, gangguan reproduksi, kanker. Pada wanita hamil sendiri, timbunan timbal dalam tulang akan masuk dalam janin. Ini akan menyebabkan keguguran dan penurunan tingkat kecerdasan pada anak balita.
Sama dengan koran plastik kersek berwarna hitam pun mengandung timbal yang berbahaya bagi kesehatan.
Solusi : ganti kertas koran dengan kertas minyak dan plastik kresek warna hitam dengan plastik warna putih.
5. Pemakaian minyak
Maksudnya mau ngobrolin tentang makanan nich.... Bagi yang suka maupun gak suka makan ayo nimbrung,, dibaca terus nggih...
kalau ngobrol tentang makanan pasti langsung bercabang-cabang (ayo ngaku) pasti ada yang bayangin ayam goreng, tahu goreng, cemilan (kripik-kripik), atau anak kost lebih ramah dengan makanan penyetan ataupun nasi kucing... tafadhol deh sesukanya, wong tinggal bayangin kok... Ehm,, bagi pengemar ngemil maupun jajan makanan, nah perlu nich lebih pilih-pilih dan kritis... Karena ternyata salah satu sumber penyakit berasal dari makanan atau istilah kerennya food borne diseases. Loh kok? Makanan memang mempunyai fungsi beragam, sebagai....
1. sumber energi untuk aktivitas (berasal dari makanan sumber karbohidrat, contohnya : nasi, mie, roti, jagung, dll)
2. sumber zat pembangun untuk pertumbuhan dan perkembangan (berasal dari makanan sumber protein baik hewani maupun nabati, contoh tempe, tahu, ayam, ikan, dll)
3. sumber zat pengatur untuk keseimbangan tubuh (berasal dari sayuran dan buah2an)
Yap, manfaat makanan memang sangat vital bagi tubuh, namun jika pengolahan dan pendistribusian salah bisa berakibat rusaknya zat gizi dan munculnya mikrobia maupun adanya zat-zat kimia (misal akibat polusi udara, timbal (PB).
Berikut saya jabarkan penanganan dalam pengolahan atau penyajian makanan
1. Potong, cuci, masak
Ini nich kesalahan awal persiapan bahan makanan (terutama sayuran), yaitu dipotong dulu baru dicuci. Hal ini bikin zat gizi berkurang dalam bahan makanan yang akan kita makan berkurang karena gizi dalam sayuran akan larutan dalam air.
solusinya : sayuran seperti wortel dikupas dulu kulitnya lalu dicuci bersih kemudian baru dipotong, untuk sayuran seperti kankung, bayam dibiarkan dalam bentuk utuh berbatang dicuci sampai bersih, kotoran seperti tanah yang melekat dicuci bersih kemudian baru dipetik.
Untuk pemasakannya, misal direbus maka air direbus dalam waktu -/+ 2 menit (agak mendidih) kemudian baru dimasukkan sayuran, masak jangan terlalu matang atau lodrok (akan menyebabkan zat gizi berkurang).
2. Memasukkan bahan makanan dalam lemari es
Terutama untuk bahan makanan seperti daging. Biasanya kita sering mengawetkannya dalam lemari es, jika daging yang kita awetkan dalam jumlah banyak alangkah baiknya kita bagi dalam plastik yang berbeda dengan berat daging yang sama (misal kita membeli daging 1 kg, yang biasa kita masak 0,5 kg, sebelum dimasukkan lemari es kita bagi daging 0,5 kg dan masukkan kedalam plastik yang berbeda). Tujuannya: saat dimasukkan dalam lemari es, mikroba daging dalam keadaan dorman (tidur) sehingga ketika kita mengawetkan daging misal seberat 1 kg, lalu daging itu akan kita masak, otomatis kita mengeluarkan semua daging sehingga daging dalam keadaan thawing (mengembalikan bahan baku ataupun produk dari yang semula berbentuk fase padat menjadi fase cair) saat itulah mikroba yang dorman kembali bangun (istilahnya), sehingga sebagian daging yang tidak dimasak dan dimasukkan ke dalam lemari es akan rusak karena perkembangan mikroba.
3. Waktu memasukkan garam
Kalau memasak sering kali kita memasukkan garam diawal masakan, pokoknya yang terpenting bagi kita keenakan, kegurihan masakan. Ternyata dalam garam itu terdapat kandungan iodium, yang memproduksi tiroksin yang penting untuk pertumbuhan (kalau ingin tahu lebih lanjut saya rekomendasikan buka blog ini http://henidar.blogdetik.com/2011/08/21/fungsi-yodium/ ). Karena fungsi garam bukan hanya untuk pencipta kegurihan atau disebut umami, namun juga mempunyai fungsi penting lain salah satunya untuk pertumbuhan dan kecerdasan, maka jangan sampai salah dalam pengolahannya. Garam ditambahkan saat masakan sudah hampir matang, karena kandungan iodium ini dapat menguap karena pemanasan.
4. Beralas kertas koran berbungkus plastik
Yang satu ini saya yakin nich sebagian orang udah pada tahu.... iya biasanya kalau ngoreng dirumah atau jajan gorengan alas buat tahu goreng, tempe goreng dkk biasanya kan koran,, alasannya simpel buat nyerap minyak... hem,, tahu gak ikhwah fillah koran itu kan banyak tulisan, nah tulisan itu kan dari tinta, kandungan tinta sendiri adalah timbal. Penimbunan timbal jangka panjang akan menyebabkan kerusakan jaringan saraf, fungsi ginjal, hipertensi, anemia, gangguan reproduksi, kanker. Pada wanita hamil sendiri, timbunan timbal dalam tulang akan masuk dalam janin. Ini akan menyebabkan keguguran dan penurunan tingkat kecerdasan pada anak balita.
Sama dengan koran plastik kersek berwarna hitam pun mengandung timbal yang berbahaya bagi kesehatan.
Solusi : ganti kertas koran dengan kertas minyak dan plastik kresek warna hitam dengan plastik warna putih.
5. Pemakaian minyak
Minyak yang kita gunakan untuk menggoreng sering bersisa sehingga sering kita simpan untuk menggoreng bahan makanan lain. Minyak ini sering kita sebut minyak bekas atau jelantah. Nah minyak bekas yang digunakan berulang kali ini berbahaya karena senyawa-senyawa penyusun minyak mengalami perubahan fisik dan kimia, seiring bertambahnya suhu bahkan pemanasan dapat menyebabkan rantai-rantai asam lemak putus menjadi radikal-radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh, salah satunya menyebabkan kanker.
Untuk solusinya gunakan minyak goreng hanya sampai 3 kali.
Dari 5 point tadi, yuk kita ubah cara pengolahan makan kita! Tentunya jangan lupa cuci tangan dengan sabun sebelum makan, bersihkan alat makan maupun masak kita jangan sampai bersisa sedikit endapan makanan karena itu menjadi tempat tumbuhnya mikroba/bakteri.
Langkah kecil untuk sehat... makanan adalah kebutuhan kita untuk bisa melangsungkan hidup dan lebih bergairah dalam bekerja, mari mengupayakan keamanan dan meminimalisir hilangnya zat gizi dalam makanan kita,,
mulai sekarang dari diri sendiri, untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain..^^
Sehat itu penting,, lebih baik mencegah daripada mengobati ^^
Semoga bermanfaat...
Langganan:
Postingan (Atom)






