Motisakti

Motisakti

Rabu, 02 Oktober 2013

JiHaT (Jiwa dan Hati berkaTa)

Jiwa berontak berkata,
"Sebulan...dan kini sudah hampir menginjak dua bulan....
tapi mengapa rasa ini masih bersungut-sungut dihati...
Serasa tak mau ikhlas dengan takdir yang ada....
Apakah aku ingin jadi pembangkang dengan membenci takdirNya?"

Hati nurani bernasehat,
"Tidak itu bukan kamu....
Ayolah kamu bisa....
Terimalah ini sebagai pembelajaran terindah...
Allah tidak akan membebanimu diluar kemampuanmu....
Allah tidak memberikan apa yang kau minta, tapi Allah memberikan apa yang kau butuhkan hingga kau mampu mengapai mimpimu...
Sungguh Allah lebih tahu yang terbaik untukmu!"

Jiwa berontak menjadi tenang dan menjawab,
"Iya...Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi'ala diinik..
Wahai zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamaMu. "

Hati nurani memantapkan jiwa,
"Wahai jiwa lapangkanlah hatimu... ishbiruu wa shobiruu.... bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu!" (Ali Imran : 200)




Selasa, 24 September 2013

I'malu fauqa ma'amilu...

Deg... (itu bukan dibaca dik loh! itu deg... suara jantung kalau kaget)

Saya rasa, akhir-akhir ini memang sering dibuat kaget, dibuang terbengong-bengong.... dari rolling yang mengagetkan, "kertas harum" yang dikirim langsung kerumah saya, sampai tema-tema yang seperti jawaban atas kegundahan hati.... Oke mungkin bisa muncul kata Waow, Subhanallah, Ya Rabb, dkk.

Bahkan sampai menemukan dan tergerak hatinya untuk membaca beberapa buku inspiratif. Saya berkali-kali mengikuti tema setiap buku ini, novel kali ini beda, mungkin karena berdasarkan kisah nyata sang penulis, dan yang jelas gak mengerutui tentang kehidupan, tapi seperti mencari hikmah yang tercecer dalam setiap bait kehidupan. Sungguh ini lah yang membuat saya sejenak beralih dari soal-soal TIU, TWK, TKP.

Novel ini selalu saja membuat saya tergiur untuk membaca tiap judulnya. Sungguh dia mengalihkan perhatian saya yang seharusnya konsentrasi pada ujian yang tinggal 2 minggu lebih sedikit. Dan bagusnya lagi novel ini membuat saya tertarik belajar bahasa arab, peribahasa arab, mungkin intinya sastra arab.

Sekarang saya ketangrok (apa sich bahasa Indonesiannya?) dengan satu kalimat arab ini.... I'malu fauqa ma'amilu....

Kalau dari bukunya artinya berusaha berbuat lebih baik dari orang lain
Masih kurang puas (alias ingin penjabaran lebih panjang lebar) saya tanya langsung pada teman saya yang kuliah jurusan sastra Arab dan artinya...
hem, cukup menambah saya jadi terbengong dan dalam hati berbisik "kok nge-pas"
Yap artinya kurang lebih seperti ini Bekerjalah diatas gajimu, suatu hari engkau akan digaji lebih tinggi dari pekerjaanmu.

Memang benar, kita kadang mencari kerja untuk mendapat uang, tapi kita lupa apa iya kita suka pekerjaan itu? apa iya hanya uang yang sebenarnya kita cari dalam kehidupan kita?
Loh saya gak munafik, saya juga bekerja karena ingin mandiri secara ekonomi.
Tapi hidup kita cuma sekali loh! Mau sia-sia menghabiskan waktu, hanya untuk rutinitas yang sebenarnya kita gak ikhlas. Dan baru ikhlas karena dapat semangat dari salam tempel (baca gaji/uang/penghasilan).
Iya kah? berarti gak bersensasi donk? datar aja donk? kayak air mengalir donk? Pasrahkah?

Saya lebih memaknai kalimat .I'malu fauqa ma'amilu... lebih dari sekedar bekerja untuk gaji! saya justru malah tertarik memaknainya dengan mencari kerja yang barokah, bermanfaat bukan cuma diri kita sendiri tapi juga orang lain, dan tentunya kita ikhlas (baca senang/enjoy) melaksanakannya.
Nah itu yang saya rasa senada dengan arti yang teman saya katakan Bekerjalah diatas gajimu, suatu hari engkau akan digaji lebih tinggi dari pekerjaanmu.
Bagaimana mungkin kita bekerja diatas gaji kita kalau gak ikhlas? Bolehlah berkilah, bisa kok! ada orang yang ambisius, prefeksionis, hidupnya juga begitu, bekerja keras terus! Tapi saya rasa suatu saat dia hanya akan mendapat lelah dan tentunya tekanan pikiran. Beda dengan kerja ikhlas.

Gampang kok cara tahu kita suka dengan yang kita kerjakan atau tidak cukup resapi kalimat ini "When you love what you are doing, you don't look at the clock. It is just wonderful" (ini kalimat ada pada buku Ahmad Fuadi, Rantau 1 Muara).

So apapun profesimu.... ikhlaskan hati luruskan niat dan jadilah "khoirunnas anfauhum linnas"... sehingga tercapailah I'malu fauqa ma'amilu...

# Terinspirasi dari buku Rantau 1 Muara

Rabu, 11 September 2013

Merantau...

Bumi Allah luas, maka janglah kau persempit dengan 1 pemikiran dangkal
Mau kau pijakkan kakimu di bumi Allah belahan manapun, kau akan tetap hidup
Karena rezeki sudah diatur dengan baiknya.
Tak perlu ragu... tak perlu takut....
Ketika kampung lahirmu menyempitkan mimpimu, meresahkan batinmu dengan sejuta tanya akan mimpi-mimpi yang tertancap dan belum teraih...
Maka mungkin inilah saatnya merantau....
Merantau kau akan mendaptakan teman, lingkungan yang baru...
Merantaulah, kau akan lihat bahwa dunia juga mendukung mimpimu...

Hem.... merantaulah....
Si bungsu ini memang sudah sangat bersemangat merantau...
Maka biarkanlah dia bagai anak burung yang dimandirikan untuk terbang bebas menatap masa depan...
Dan biarkanlah restu orangtua bagaikan restu induk burung yang merelakan anaknya mandiri di belahan bumi Allah manapun...

Si bungsu berjanji ini bukanlah ke egoisan...
tapi inilah perantauan menjemput mimpi
mewujudkan mimpi menjadi insan yang nafi'un lighariri
seperti pesan Rasulullah SAW...."Khoirunnas anfauhum linnas"

_MERANTAU!!!_

Selasa, 03 September 2013

Resep Senyum ^^v

Hayo ngaku siapa yang lagi cemberut???
Hayo ngaku siapa yang lagi bad mood???
Ngaku lagi siapa yang seharian susah senyum???
Ayo ngacung.... yaudah saya aja deh yang jadi prionernya :-P

Pernah liat orang cemberut? kayak gini contohnya....


Menurut antum sekalian enak gak sich cemberut itu???
Nek saya sich, cemberut itu rempong bikin capek, tapi gimana ya? Udah terlanjur lagi bad mood, mungkin peribahasa barunya "dari rasa terpancar ke muka" (hahaha maksa banget)
Iya... setuju deh tuh muka cemberut bikin capek, bikin orang yang lagi pengen ngobrol ma kita jadi menyingkir jauh-jauh, parahnya lagi kalau kita kerja di bagian jasa/pelayanan customer, gimana tuh kalau pasang muka cemberut? Bisa-bisa customer gak mau lagi ke kantor kita...

Hah! Susah amet ya, tapi gimana dong, lah wong hati memang lagi panas dingin.
lah wong emosi lagi meletup-letup, masak disuruh senyum ssssuuuuuuuusssssaaaaaahhhhh... Kalaupun bisa senyum pasti gak ikhlas, jadi kesannya terlalu dipaksakan...

Hemmmmm........

Tips pertama... berwudhulah, kalau memang dalam keadaan yang kurang memungkinkan untuk wudhu, oke coba basuh muka dengan air, jangan lupa baca basmalah dulu. Insya Allah seger kembali deh, adem deh perasaan. Kalau gak nemuin air buat wudhu, bawa tisu basah kan? nah usap muka dengan tuh tisu basah, jangan lupa baca basmalah yak!
Lebih mantep lagi dilanjutin baca Al-Qur'an....!

Masih kurang mempan? Duh kelewatan nich...
Jeng...jeng....eng..ing...eng....
Tenang saya masih punya tips, tapi agak ekstrim nich, biar muka sedikit sumringah....
Siapkan air jeruk nipis setengah gelas (100 ml) terus beri gula 1 sdm. Baca Basmallah, minum ya, habisin loh.... TAPI sungguh gak dianjurin bagi penderita MAAG atau sakit pencernaan lain, bisa-bisa bukannya jadi sumringah tapi palah masuk IGD. Naudzubillahmindzalik...

Bener-bener dirasain loh sensasi asem kecut nya, pasti tuh wajah jadi cengar-cengir, lumayan toh sensasi nya... boleh deh dicoba, nek gak habis ya 2 srutupan gak papa... saya aja paling cuman 2 srutupan. Ini karena iseng minum-minuman ibu (katanya biar ibu langsing, penasaran saya coba alhasil saya cengar-cengir sendiri).

Sudah dicoba? Hahaha saya serius loh, nich tips selain bikin sumringah bisa nambah suplai vitamin C...

Kok ribet sich? biar gak ribet bisa juga kok makan permen asem yang kayak gini nich loh,,, (sedikit ngiklan, ini juga ampun bikin gak ngantuk loh)


Selamat mencoba,,, Kalau anda punya MAAG coba tips yang pertama aja ya, jangan coba-coba meminum air jeruk nipis apalagi permen asem... duh aseeeemmmm.....
Maaf kalau agak ekstrim, ini serius loh gak main-main :-) Tapi Insya Allah tips pertama sudah super duper ampuh bikin senyum... (ingat Ar-Rad: 28 -> hati tenang/damai senyum mudah! ^^)





Pemimpin itu....

Biasanya sebuah perusahaan/institusi ketika melakukan seleksi tenaga kerja/karyawan baru, mereka selalu menyelipkan tes psikologi. Nah kebanyakan tes itu (menurut saya) lebih menekankan tentang kepribadiaan kita, jiwa kepemimpinan kita ataupun jiwa kita saat bekerja dalam tim. Sip! Bekerja itu bukan hanya asal jalan, asal nonggol... beda ma kuliah, kita dituntut untuk lebih kreatif dan aktif, maka dari itu "mungkin" kebanyakan pertanyaan berkisar tentang itu.... Nah nek kita orang dewasa punya sejuta imajinasi dan jawaban "dewa" tentang kata PEMIMPIN, bagaimana ya dengan adik-adik kecil kita ini menjawab pertanyaan tentang PEMIMPIN :-)



Nah, menurut kamu gimana ya sosok pemimpin itu??

Rabu, 31 Juli 2013

SeaRCH (Sekilas Rona keCewa di Hati)

Kau hidup dan kau merasakan.... kau punya hati kan?
Baik, aku pun punya hati... aku juga punya mata hati, Tahu kah kau? apa yang ku rasakan dengan Hati ini membuat mata hati ku melihat rona cahaya yang berwarna-warni....

(Oke fine itu dialog singkat saya dengan diri saya... (afwan ya ini bukan imajinasi tapi pake hati ngrasainnya...hehehe serius amet :-P )

SeaRCH (Sekilas Rona keCewa di Hati)... saya cuma berusaha meleraikan sedikit demi sedikit yang mungkin saya tangkap dari fenomena hidup saya dan orang lain, mungkin juga termasuk antum sekalian.

Pernah dapat berita buruk? yang tak pernah kita inginkan sebelumnya? pernah lihat foto saudara-saudara kita di Mesir..

Oke bagaimana? apakah hatimu tergerak atau adakah kilas cahaya berbeda yang mewarnai hatimu.... ataukah ada getar, ya sebut saja kecewa.
Kita insan biasa yang bisa merasakan apapun itu.... bahkan mendadak menjadi insomnia karena rasa... kecewa... tahu gak, saya juga gak tau sich (hedeh -.-).. tapi bisa jadi rona kecewa di hati itu berwarna kelam, gelap, hingga membuat air mata meleleh, mendadak hipoglikemi (glukosa darah menurun), wajah pucat, keringat dingin. Sebut saja gejala putus asa. Apa kah separah itu? bisa jadi!

Lalu? Iya lalu kau tak perlu tutupi rasa hatimu itu, kau tak perlu ubah rona cahaya hatimu, karena semakin kau paksa maka kau akan punya beban, maka keluarkanlah sejenak, menangislah, renungkanlah, tapi jangan kau dekte Rabbmu. Kau itu cuma manusia, dari setetes air mani... pantaskah kau men-dekte Rabbmu untuk sesuatu yang tak kau sukai agar dirubah menjadi yang kau sukai, (sungguh bukan saya menginginkan antum berhenti berdoa) tapi pintalah dengan baik... alangkah lebih baik kau sebut
" Rabb ampunilah dosaku,, tunjukkanlah yang terbaik untukku, bimbinglah aku untuk mampu membedakan mana yang baik yang harusnya aku ikuti dan mana yang buruk yang harusnya aku jauhi" aamiin

Bukankah Allah lebih tahu yang terbaik untukmu? Jadi jangan sok tahu deh, pinta... berdoalah.

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya "Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."" (QS. Al-Baqarah : 186)
 
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60)

Saya juga sedang meneriaki hati saya sendiri, ayo ikhlaslah dengan ketentuannya. Apapun masalah antum sekalian, percayalah Allah tahu yang terbaik untukmu, pasti Dia punya rahasia indah untukmu... 

"...boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). " (QS. Hud: 6)

Subhanallah, apapun yang kau rasakan, apapun Rona hatimu, kalau pun dalam proses pencairan rasa kecewa. Yuk bersabar, kata ibu saja, "kalau hidup itu jangan dikit-dikit ngersula, yang sabar". Inget surah Ar-Rahman, coba baca lagi artinya... Nikmat Allah lebih banyak ketimbang luka kecil dihati, luka di hati ibarat goresan yang menyadarkanmu untuk lebih mengingatNya..

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberi­kan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukur­lah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."(QS. Al-Baqarah: 152)

Saya akui nulis ini (dari paragraf awal sampai akhir) memang gampang, aplikasinya? Hmmm, yuk mari kita berusaha untuk men-tabahkan hati, meng-ikhlaskan sekilas rona kecewa di hati. Insya Allah esok kan kau lihat manisnya.. tak selamanya bumi itu hujan, tak selamanya langit mendung.. karena matahari pun rindu untuk menghangatkan bumi, bulan pun rindu untuk memancarkan kilau cantiknya di malam hari begitu pula bintang yang rindu menghiasi langit dengan kedipan cantiknya. Percayalah kau tak se-terpuruk itu, Dia Maha Penyayang kepada setiap hambanya yang mau datang, berserah, dan bertawakal padaNya.

Ingat ayat ini yuk.... "...jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanya orang-orang kafir." (QS. Yusuf: 87)

**Bismillahirrahmanirrahim, semangat ramadhan.. ^^

Kamis, 25 Juli 2013

LELAH

Oya... selamat berpuasa ikhwah fillah... :)
Sudah lama jari jemari ini tidak menyapa blog ini lewat tulisan-tulisan khas KriPiK...
Maklum mendadak sibuk dan sedang memfokuskan diri :)

Setiap kata yang tertulis merupakan lintasan hati dan fikiran dan kali ini saya terfikirkan untuk mengetik ini...
Kadang kita punya segudang rencana hingga terhasut ambisi yang membabi buta sampai terjerat dititik kelelahan.... Yap lelah sekali pastinya meraih dunia hingga lupa bahwa iradah (kekuasaan) Allah ada didalamnya... hayoo... saat usaha mati-matian tak berbuah hasil, saat mengejar sesuatu hingga kelelahan namun tak terkejar bahkan hilang tanpa bayang.
Mari Muhasabah, mungkin kita terlupa,,, ada yang kuasa diatas rencana kita... ada yang tahu skenario terbaik untuk jalan hidup kita.... Sadar atau gak sadar itu semua pasti terjadi karena kita
1. Kurang bahkan tidak melibatkan Allah dalam setiap ikhtiar kita... (astagfirullahadzim).
2. Niat kita belum beres, belum lurus.
3. Ridho orang tua penting loh. (Ingat ridho orang tua = ridho Allah)
4. Mungkin bukan disitu (maksud saya kenapa gak coba inovasi lain, mungkin antum belum menguasai medan itu/bidang itu/memang tidak cocok untuk antum.)
 5. Yang paling penting doa....
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah: 186).
6. Yang terlupa.... dosa kita, setumpuk maksiat, amanah yang terabaikan, hati yang terdzolimi perkataan maupun kelakuan kita, dll.... 

Mari sama-sama cek ulang,,, saya juga ikut muhasabah kok :)  (penulis juga masih banyak salah tentunya). Ya... bisa jadi langkah kita terhambat karenanya, mimpi kita tertunda karenanya, doa kita tak terijabah karenanya... Astaghfirullahaladzim.

Ijinkan saya share puisi ya... (hehehe anggap aja semua ngangguk)

LELAH

Lelah ku berjalan sendiri
Tertatih-tatih mencari kilau cahaya
Menunjuk ragu arah mana yang kupilih 
Susuri tiap tikungan penuh keputus-asaan
Hingga letih lahir batin merogoh kepuasan semu

Sungguh Aku lelah Rabb
Ijinkan ku menyenderkan kesemu-an ini bersamaMu
Nurkan jiwa ini tuk berdamai dalam titahMu
Hingga menceraikan lelah lahir batin dalam iradahMu

Hem.... 16 Ramadhan 1434 H. Ku temukan klimaks duka-bahagia di rona hidupku :)